JK: Soal UN Bocor, Ujian Diulang Di Daerah Tertentu , Percetakan Harus Dihukum
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta sekolah yang siswanya mendapatkan bocoran soal ujian nasional (UN) SMA 2015, untuk mengulang ujian nasional. Menurut JK, kebocoran soal ini merupakan satu bentuk tindak pidana."Nah, sekarang tinggal diperiksa impact-nya. Kalau memang ada daerah tertentu, karena itu ujian itukan 10.000 jenisnya yang bocor cuma 30, jadi kecil sekali. Namun, walaupun kecil, saya perintahkan tadi memeriksa di mana dampaknya. Kalau memang ada dampaknya di suatu daerah, karena itu paling tinggi di suatu daerah, katanya atau dua daerah, maka di daerah itu sekolah yang kena diuji lagi," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Wapres juga telah memerintahkan untuk menelusuri dampak yang terjadi akibat kebocoran soal tersebut. Wapres juga meminta pihak percetakan untuk bertanggung jawab dengan menanggung biaya ujian ulang di sekolah-sekolah yang memperoleh kebocoran soal.
"Karena itu semua, sekolah yang begitu ulangi dan yang bayar itu percetakan. Harus dihukum itu percetakan," ujar Kalla.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Anies Baswedan sebelumnya mengatakan bahwa pengunggah soal-soal UN di data (drive) Google adalah oknum perusahaan percetakan di Jakarta. Bocoran itu baru diketahui pada Senin sore.
Jumlah soal yang diunggah adalah sebanyak 30 paket soal dari 11.730 paket soal yang dibuat oleh Puspendik. Mendikbud juga telah melaporkan kasus ini kepada Plt Kapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti dan Bareskrim agar ditindak secara hukum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar